(Bahas Film) DISNEY/PIXAR'S LUCA
Disney dan Pixar kembali meriis film barunya di tahun ini yang berjudul Luca. Dirilis di hari Jum'at tanggal 18 Juni 2021 di platform streaming Disney+ tanpa biaya tambahan, di negara yang telah menghadirkan Disney+, tidak jadi dirilis di bioskop. Film ini adalah salah satu film yang kutunggu di tahun 2021 dan aku sudah menunggunya sejak akhir Juli 2020 saat Disney/Pixar mengumumkan film melalui postingan semacam concept art di akun medsosnya.
Teaser trailer dan poster pertama dirilis tanggal 24 Februari 2021. Trailer dan poster kedua dirilis tanggal 28 April 2021 sekaligus mengumkan perilisannya di Disney+ tanpa biaya tambahan melewati perilisan bioskop.
Aku sangat bersemangat untuk menonton film ini. Setiap trailer nya dirilis, ku segera menontonnya. Akun Disney+ ku terus ku perpanjang biar bisa nonton film ini tepat di hari dan jam perilisannya.
Tanggal 18 Juni 2021, hari Jum'at, sore hari, langsung ku tonton dari laptop yang ku sambung ke tv, dengan speaker dimaksimalin dan lampu dimatiin untuk mendapat sensasi seperti menonton di bioskop, tapi dari rumah.
Sinopsis Film
Berlatar di daerah Portorosso, kota kecil di pinggir pantai, Luca, bocah laki - laki dari jenis monster laut penasaran dengan daerah permukaan dan daratan. Bersama kawannya, Alberto, yang juga seorang monster laut, mereka bermain dan bersenang-senang bersama di daratan, melompat dari tebing, berenang, dan mengendarai Vespa.
Saat mereka menjelajah Portorosso, mereka bertemu dengan anak perempuan bernama Giulia, yang berambisi untuk memenangkan Portorosso Cup, kompetisi seperti triathlon. Bersama-sama mereka berlatih dan berlomba untuk mengalahkan pesaing utama mereka, Ercole. Namun, Luca dan Alberto berusaha menjaga kerahasiaan identitas mereka sebagai monster laut dengan berusaha mungkin untuk tidak terkena air, karena di Portorosso, masyarakatnya takut dengan monster laut dan berusaha memburu dan membunuhnya.
Pendapatku tentang film ini
Seperti biasa, Pixar menghadirkan film animasi dengan jalan cerita yang menarik dan tampilan visual yang epik. Alur cerita dapat dengan mudah diikuti tanpa ada pertanyaan yang menggantung terkait dengan cerita hingga akhir cerita. Ceritanya memang terkesan sederhana, tentang persahabatan, namun pengembangannya cukup apik dan aku menyukainya. Aku paling suka dengan tampilan visual saat berubah dari monster laut menjadi manusia dan begitu juga sebaliknya. Aku belum pernah melihat tampilan semenarik itu di film Pixar lain.
Aku juga menangkap unsur komedi dan keseruan di film ini. Saat Luca dan Alberto berusaha untuk tidak terkena air dengan segala cara. Saat mereka bertiga berlatih untuk perlombaan. Dan masih banyak lagi lainnya.
Hal lain yang kusuka yaitu pelajaran hidup yang ada di dalam cerita film ini. Baca saja di bagian berikutnya. Aku yang tidak terlalu paham dengan budaya Italia, kalau menurutku, film ini sudah mewakili banyak unsur kebudayaan di negara tersebut. Musik score sebagai backsound film ini juga enak didengar.
Sedikit hal yang 'aneh' di film ini, menurutku, ada di karakter Paman Ugo. Sebagai monster laut dari kedalaman, tampilannya cukup anhe, dan mungkin agak bikin sedikit ngeri. Mungkin, orang Pixar sana terinspirasi dengan spesies di kedalaman laut yang memng berbentuk aneh-aneh dan menyeramkan. Aneh, tapi aku tetap suka. Aku anggap itu sebagai bagian dari proses kekreatifan orang Pixar sana untuk menciptakan karya mereka.
Tentang persahabatan dan usaha mewujudkan impian.
Pelajaran yang kudapat dari film ini, pengaruh dari kawan memang cukup kuat untuk suatu peristiwa dalam hidup kita, apalagi jika itu adalah yang pertama kali dilakukan. Tapi, yang juga perlu diingat, pengaruh itu ada yang baik dan yang buruk. Mungkin awalnya kita menganggap pengaruh dari kawan itu baik, namun setelah berjalannya waktu, mungkin pengaruh itu kurang bagus untuk kita dan kita perlu memperbaiki pengaruh itu dan juga mengajak kawan kita yang terpengaruh buruk itu ke arah yang baik.
Film ini juga menceritakan usaha keras untuk mewujudkan impian. Entah itu impian besar maupun kecil sekalipun, impian itu patut diwujudkan. Dan di film ini, setiap tokoh memiliki impiannya masing-masing dan mereka berusaha untuk mewujudkannya, meskipun saling bertentangan satu sama lain.
Satu lagi, kutipan yang kusuka dari film ini adalah "Silenzio, Bruno!". Kutipan ini diserukan oleh Alberto untuk menghilangkan segala keraguan dan ketakutan dalam diri karena "Bruno".
Aku cukup puas dengan film ini. Penyajian cerita, penampilan visual, dan pelajaran yang ada didalamnya dikemas dengan baik. Film ini dapat dan patut ditonton oleh semua kalangan dan usia. SANGAT DIREKOMENDASIKAN.
Hingga tulisan ini dipublish, film Luca mendapat rating dari Rotten Tomatoes sebagai Fresh 89% Tomatometer dan 86% Audience Score; IMDb memberi rating untuk film ini dengan angka 7.8. Angka rating in bisa berubah-rubah seiring waktu.
Kalian bisa nonton film Disney/Pixar's Luca hanya di Disney+ Hotstar (untuk di Indonesia)

Mantap mas IJ 👍👍
BalasHapus